Home Breaking News 7 Kisah Orang yang Sukses di Perantauan

7 Kisah Orang yang Sukses di Perantauan

183
Nadiem Makarim, founder of Go-Jek.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bagi sebagian orang merantau adalah hal yang sedikit menakutkan. Jauh dari rumah dan orangtua, membuat orang tak yakin bisa sukses dalam hidupnya.

Padahal jauh dari rumah memberi banyak manfaat bagi kita. Kalau gak percaya coba deh lihat 7 kisah orang yang sukses saat merantau ini, dikutip dari life.idntimes.com:

1. Nadiem Makarim

zzz-a515280dd6ccd79f8f7287f6698401e6.jpg

Pengguna moda transportasi online pasti sudah gak asing dengan sosok Nadiem Makarim. Pria ini adalah otak utama dari pembuatan aplikasi Go-Jek. Sosok yang terhitung sukses di usia muda ini ternyata pernah juga merasakan jauh dari rumah.

Sejak SMA, ia sudah bersekolah di Singapura, lalu berlanjut kuliah ke Amerika. Meski harus merasakan jauh dari orangtua, tapi ternyata kuliah di negeri orang justru membuka cakrawala berpikirnya buat membuat sesuatu yang membantu banyak orang.

2. Kevin Sanjaya

zz-d72f92e6ae3701456e9b950426f0d5db.jpg

Beratnya berada jauh dari rumah juga dirasakan oleh atlet berbakat Kevin Sanjaya. Kevin bahkan sudah meninggalkan rumah sejak berusia 11 tahun untuk mengikuti karantina di Kudus. Di tahun 2007, ia diterima PB Djarum sebagai penerima beasiswa bulu tangkis yang membuatnya harus rela berjauhan dengan keluarga.

Meski harus tinggal di asrama, Kevin dengan semangat melakukan hal tersebut. Ia mengaku harus melakukan beberapa adaptasi begitu masuk ke asrama. Beruntung suasana asrama cukup menyenangkan sehingga membuat Kevin merasa betah.

Di asramanya ini Kevin mendapat pelatihan langsung dari pelatih profesional, serta bisa berkumpul bersama teman lainnya yang juga mencintai bulu tangkis. Tapi ketika Kevin masuk ke asrama, sang ibu mengaku berat melepas Kevin tinggal di asrama. Sang ibu khawatir dengan Kevin yang sudah harus tinggal jauh dari orangtua di usianya yang masih belia.

Perjalanan Kevin setelah bergabung dengan PB Djarum tak langsung berjalan mulus. Selama tiga tahun, Kevin belum bisa tampil secara maksimal, sehingga tidak menyumbang juara untuk kategori tunggal putra.

Kondisi ini sempat menurunkan semangat Kevin. Tapi di tengah kondisi itu, sang pelatih melihat Kevin berpotensi menjadi pemain hebat untuk kategori nomor ganda. Pelatihnya menyarankan ia untuk pindah ke Jakarta dan bergabung dengan nomor ganda, tapi Kevin menolak.

Setelah diyakinkan, Kevin akhirnya menerima tawaran tersebut. Baru beberapa bulan pindah, Kevin bersama pasangannya Kenny Putra Aviancy sukses menyabet gelar juara. Kejelian pelatih melihat bakat dan keputusan Kevin pergi ke Jakarta bukanlah tindakan keliru.

Perjalanan panjang Kevin mulai dari masuk asrama di Kudus hingga hijrah ke Jakarta membuktikan kalau merantau tidak harus ditakutkan. Karena justru proses ini membawa Kevin menjadi pemain profesional seperti yang kita kenal saat ini.

3. Yudha Pangalila

z-2a7243dad86f61749df998d66395c715.png

Nekat. Itulah kata yang menggambarkan perjalanan Yudha Pangalila sebagai pengusaha di Jakarta. Berasal dari Batulicin, Kalimantan Selatan, Yudha mengadu nasib ke ibukota bermodalkan uang 600 ribu rupiah saja.

Setibanya di Jakarta, Yudha juga tidak memiliki relasi dan keluarga yang dapat ditumpangi. Ia pun tinggal di Asrama Kalimantan Selatan dan memulai usahanya berdagang. Mulai dari jualan rempeyek, jualan handphone bekas, membuka rental PS, sampai dengan menyewakan angkot membuat Yudha terhitung sebagai pemuda sukses, hingga bisa membiayai kuliahnya sendiri.

4. Shandy Sondoro

164102-478887803653-41520503653-5605175-2437604-n-21d0295b081e755a160d21eb9e0ed64e.jpg

Penyanyi bersuara unik ini pernah menghabiskan waktu 20 tahun di Jerman untuk berkarier. Di negara Eropa tersebut, Shandy memulai kariernya mulai dari menjadi pengamen jalanan, penyanyi kafe, hingga menelurkan album berjudul “Why Don’t We” di tahun 2009.

Menurut Shandy, orang Jerman tak mudah mengakui kemampuan seni orang Asia, termasuk dirinya yang berasal dari Indonesia. Saat manggung misalnya, mereka hanya mengatakan ‘Not bad’ untuk kualitas menyanyi seperti Shandy.

Tapi justru hal inilah yang membuatnya tidak pernah merasa puas dengan penampilannya dan terus memperbaiki diri. Kondisi tersebut membuat Shandy menjadi siap bersaing di industri musik yang memang terkenal keras.

5. Wisnu Witono Adhi

zzzzz-cc8d5a2b4210e5ba518b97fa01c5022c.jpg

Meski namanya tak seterkenal Shandy Sandoro di tanah air, Wisnu juga tercatat sebagai penyanyi sukses di negeri orang. Ia adalah satu-satunya kontestan asal Asia yang berhasil masuk babak besar di ajang Norwegian Idol tahun 2006.

Wisnu memutuskan hijrah ke Norwegia setelah kedua orangtua berpisah. Di negara tersebut, Wisu berusaha bekerja kerasa membiayai hidupnya. Di awal Wisnu bekerja sebagai penata rambut, sampai akhirnya menyadari ternyata ia tertarik dengan dunia menyanyi. Ia pun menekuni dunia seni dan sampai sukses seperti yang sekarang banyak orang kenal.

6. Ahmad Fuadi

zzzzzzz-95ac5e547d92c7e07f0d3c5420b12a61.jpg

Kisah lainnya yang juga memotivasimu buat tak takut merantau adalah Ahmad Fuadi. Novelis ini adalah penulis buku best seller berjudul Negeri 5 Menara. Dilihat dari kisahnya, Ahmad Fuadi sudah mulai merantau sejak ia berkuliah jurusan HI di Universitas Padjajaran.

Setelah lulus, Ahmad melanjutkan perantauan ke Amerika setelah menerima beasiswa Fullbright di bidang School of Media and Public Affairs. Bersama sang istri, Ahmad melanjutkan pendidikan sambil menjadi wartawan VOA untuk salah satu media ternama di Indonesia.

7. Iwan Sunito

zzzzzz-80ad08d46f31f38c11702c07646c3c1b.jpg

Dibandingkan dengan 6 orang di atas, Iwan Sunito bisa dikatakan yang paling berumur. Tapi tetap lewat kisahnya, kamu bisa banyak belajar. Iwan Sunito dikenal sebagai salah satu pengusaha properti paling sukses di Australia.

Di tahun 1994 Iwan yang memang sudah hijrah ke Australia saat kuliah memulai perusahaan propertinya. Perlahan tapi pasti dimulai dari renovasi pagar, kamar mandi, sampai dengan membangun rumah Iwan berhasil buktikan kalau negeri orang pun dirinya bisa mencetak kesuksesan.

Semoga 7 kisah perantau di atas menginspirasimu untuk berani keluar dari zona nyaman demi meraih impian. Karena sebetulnya tantangan selama merantau bisa mendewasakanmu secara tidak langsung. Nah kalau ingin menantang diri buat jauh dari rumah, coba deh ikutan kegiatan yang ‘memaksamu’ keluar dari zona nyaman seperti pelatihan sekelas PB Djarum.

Di kegiatan ini kamu para calon atlet profesional akan merasakan tahap karantina yang menharuskanmu jauh dari rumah, seperti pengalaman Kevin Sanjaya. Gak cuma dari jauh dari rumah saja, di pelatihan PB Djarum peserta juga akan dilatih oleh tenaga profesional. Kemampuanmu sebagai atlet bulu tangkis akan diasah sedemikian rupa saat mengikuti pelatihan dari PB Djarum.

Nah, kalau kamu tertarik buat ikutan, PB Djarum sedang melakukan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017.Terbuka untuk kategori U-11 dan U-13, PB Djarum siap mencari bibit unggul pebulu tangkis hebat yang siap berkontribusi buat Indonesia.

Bagi kamu yang memiliki mimpi buat jadi seperti Kevin Sanjaya, jangan sampai melewatkan kesempatan ini. Cari informasi lengkap mengenai tahapan seleksinya melalui link berikut. Karena bukan gak mungkin kamu punya bakat dan kesempatan buat jadi pebulu tangkis sekelas Kevin Sanjaya di masa depan!

Komentar

Komentar