Home SPORT Lain-Lain 6 Juara Angkat besi Olimpiade Positif Doping

6 Juara Angkat besi Olimpiade Positif Doping

240
Logo Olimpiade 2016. (Foto: Int)

RIO DE JANEIRO, CITRAINDONESIA.COM- Enam peraih medali angkat besi Olimpiade London 2012, termasuk tiga atlet Rusia, teruji positif menggunakan doping setelah sampel mereka diperiksa kembali, kata Federasi Angkat Besi Internasional (International Weightlifting Federation/IWF).

Atlet angkat besi pemenang medali perak di London yang dilarang mengikuti kompetisi tersebut, yang pertama kali diumumkan oleh IWF, adalah Alexandr Ivanov, Nataliya Zabolotnaya dan Svetlana Tzarukaeva asal Rusia.

Sementara atlet pemenang medali perunggunya Iryna Kulesha dari Bulgaria, Hripsime Khurshudyan dari Armenia dan Cristina Iovu dari Moldova.

Total ada 11 atlet angkat besi yang diskors sementara karena teruji positif menggunakan doping, termasuk lima lainnya yang tidak memenangkan medali di London, tambah IWF dalam pernyataan di situs resminya Rabu (27/7).

Mereka termasuk di antara 45 atlet yang menurut Komite Olimpiade Internasional pekan lalu tertangkap dalam gelombang kedua uji sampel yang disimpan dari Olimpiade 2008 dan 2012.

Lebih dari 100 atlet Rusia sejauh ini dilarang mengikuti Olimpiade setelah Badan Antidoping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA) mengungkap sistem doping terperinci pada 30 cabang olahraga.

Total 13 medali yang diraih di London saat ini ternoda skandal doping, terdiri dari empat medali emas, empat medali perak dan lima medali perunggu.

Sementara dari Olimpiade Beijing 2008 ada empat medali, satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

“IWF menerapkan ketentuan skors pada atlet yang masih menjalani skors sementara mengingat adanya potensi pelanggaran aturan anti-doping,” kata federasi.

Dalam rangka pembersihan untuk Olimpiade Rio, IWF telah melarang seluruh tim Bulgaria karena mengulangi pelanggaran doping dan memperingatkan Rusia, Kazakhstan dan Belarusia bahwa mereka bisa bernasib sama.

Selain itu IWF menghukum Korea Utara, Romania, Azerbaijan, Uzbekistan dan Moldova dengan mengurangi alokasi jumlah atlet angkat besi yang bisa mereka kirim ke Rio, demikian seperti dilansir kantor berita AFP. (ant)

Komentar

Komentar