Home Breaking News 5 Perilaku Balita, Patut Bunda Waspadai

5 Perilaku Balita, Patut Bunda Waspadai

339
Balita saat menggambar dan mewarnai

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Masa balita atau prasekolah (preschool) merupakan suatu masa transisi dari bayi ke masa kanak-kanak. Banyak orangtua mulai membeberkan beragam keluhan tentang perilaku anak balita mereka. Di situ kita dan buah hati sama-sama menghadapi beragam tantangan yang lebih kompleks dibanding saat ia masih bayi atau batita.

Pada masa balita, anak mulai mencoba unjuk diri. Ia juga merasa sudah mampu dan merasa bisa menawar ini-itu, plus berkata “tidak”. Jadilah kita terkaget-kaget dengan perubahan perilaku anak.

Yang tadinya manis, nurut, kok jadi susah dikasih tahu dan membantah. Anak tak hanya pandai meminta ini-itu tapi juga “bersilat lidah”, dan bisa secara ekspresif mengungkapkan apa yang dirasakan. Hal ini terkait dengan semakin meningkatnya kemampuan berbahasa anak.

Jadi, harap bersiap-siap mendapat banyak “gesekan” dengannya. Namun “gesekan” yang terjadi pada rentang usia (3-5 tahun) ini justru memudahkan kita untuk membentuk seperti apa perilaku yang baik dan benar, sekaligus sebagai dasar pola perilaku anak nantinya.

Lebih baik “gesekan” ini terjadi pada periode balita, daripada terjadi nanti saat anak beranjak remaja. Karena di usia balita, kita akan lebih mudah mengingatkan anak, memberi penjelasan sederhana, serta mengubah perilakunya, ketimbang saat ia remaja.

Berikut masalah perilaku anak balita yang umum terjadi:

1. Menyebarkan Mainan di Lantai

Pernahkah kamu tersandung boneka atau Barbie milik si kecil? Atau kamu pernah menginjak kelereng atau lego mainannya? Nah, ini salah satu kebiasaan anak yang paling sering dijumpai. Karena memang usia balita belum bisa mengerti bagaimana cara mengembalikan mainan ke tempat semula. Tentu si kecil akan sembarang menaruh mainannya setelah dia bermain. Mulai sekarang, kamu harus waspada jangan sampai mainan yang tersebar di lantai itu malah membuat kaki balita atau kamu sendiri terluka atau terpeleset.

2. Menyembunyikan Tempat Makan

Suatu malam kamu sangat lelah dan ingin tidur, tiba-tiba ada yang mengganjal di balik selimutmu. Ketika kamu lihat, ternyata ada piring makan si kecil atau mangkok plastik untuk makan si kecil. Ya, karena jiwa eksplorasinya yang sangat besar, si kecil sering jalan-jalan di sekitar rumah dan masuk ke kamarmu dan tanpa sadar menaruh barang bawaannya sesuka hatinya. Karena itu, kamu harus rajin mengecek setiap sudut rumah, siapa tahu ada barang tak terduga yang terselip di situ karena ulah si kecil.

3. Menggambar di Manapun

Tentu kamu sering melihat ‘hasil tangan’ si kecil di dinding rumah, di tangga, dan di manapun bukan? Ya, ini adalah salah satu kebiasaan anak yang bikin kita ‘gemas’. Usia balita memang senang menggambar dan mencorat-coret di bahan apapun dengan spidol atau pensil warna yang ada. Rumah menjadi penuh dengan goresan dari si kecil.

Jika kamu tidak mau hal ini terjadi, sebaiknya kamu selalu menjaga si kecil agar tidak sembarang menggambar dan sediakanlah kertas kosong atau buku gambar khusus untuknya mencorat-coret.

4. Memindahkan Barang

Apakah kamu pernah frustasi mencari sebuah barang yang kamu ingat bahwa terakhir kali kamu taruh di suatu tempat? Atau kamu tiba-tiba menemukan kursi kecil yang seharusnya tidak ditaruh di situ? Nah, sabar ya Bu, kebiasaan anak yang satu ini juga bikin gemas. Si kecil senang memindahkan barang-barang yang masih dalam jangkauannya tanpa sengaja. Solusinya kamu harus bersabar dan mengembalikan barang-barang tersebut ke tempatnya setiap si kecil melancarkan ‘aksinya’.

5. Memungut Sesuatu dari Luar Rumah

Si kecil tiba-tiba masuk ke rumah dan kamu menemukan tangannya kotor karena tanah atau Ia menggenggam batu-batu dari halaman rumah. Ya, karena keingintahuan anak yang besar, si kecil bisa saja bermain dan memungut barang-barang dari luar rumah yang sebetulnya kotor. Kalau begini, segera cuci tangan si kecil atau mandikan dia dengan sabun agar segera terhindar dari kuman.

Walaupun kebiasaan-kebiasaan anak di atas bikin kamu jengkel dan membuat kamu jadi harus ekstra waspada, kamu harus tetap menghadapi si kecil dengan penuh senyuman ya, Bunda. (*)

Komentar

Komentar