Home Breaking News 5 Kondisi Buruk Jika Kurang Tidur

5 Kondisi Buruk Jika Kurang Tidur

257
Ini akibat kurang tidur

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kebutuhan akan tidur setara pentingnya dengan kebutuhan manusia akan makan dan bernapas, karena tidur memiliki peran penting bagi tubuh karena pada saat tidur tubuh akan merawat kesehatan fisik dan mental kita.

Fungsi ini penting agar kita mendapat kesegaran saat bangun sehingga selanjutnya siap menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, tidur juga ikut menunjang pertumbuhan, terutama pada anak dan remaja, karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dikeluarkan.

Berikut kondisi buruk yang bisa terjadi jika Anda kurang tidur:

1. Menderita penyakit serius

Sebanyak 9 dari 10 orang yang menderita insomnia ternyata juga menderita berbagai penyakit serius. Insomnia sendiri adalah kondisi seseorang yang susah tidur atau sulit tidur nyenyak.

Penyakit serius yang berisiko diderita oleh penderita insomnia adalah penyakit jantung, baik berupa serangan jantung maupun gagal jantung. Ketahuilah bahwa tidur berperan penting bagi kemampuan tubuh seseorang dalam menyembuhkan dan memperbaiki pembuluh darah dan jantung. Itulah kenapa seseorang yang kurang tidur cenderung rentan menderita penyakit serius terkait kardiovaskular.

Penderita insomnia juga mungkin menderita irama detak jantung yang tidak normal (aritmia), diabetes, stroke, atau tekanan darah tinggi.

2. Mudah sakit dan susah sembuh

Sistem imun tubuh menghasilkan protein-protein yang dinamakan sitokin. Sitokin dibutuhkan untuk membantu tubuh menghadapi infeksi, peradangan, dan stres. Saat kita sedang tidur, tubuh merilis sitokin. Jika kita kurang tidur, maka produksi sitokin ini juga akan berkurang.

Kurang tidur juga menyebabkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dan kinerja sel dalam memerangi infeksi. Hal itu tentu saja dapat berdampak buruk kepada ketangguhan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sumber penyakit dan kecepatan proses kesembuhan secara alami.

3. Menurunnya performa seks

Para pria dan wanita yang mengalami kurang tidur dilaporkan mengalami penurunan hasrat dan kurang tertarik untuk melakukan hubungan seksual. Hasrat dan ketertarikan mereka berkurang akibat kelelahan, rasa kantuk, dan meningkatnya stres.

Bagi pria penderita sleep apnea atau masalah pernapasan yang mengganggu tidur, kemungkinan ada faktor lain yang berdampak kepada kurangnya minat seksual mereka, yaitu kadar hormon testosteron. Setidaknya separuh pria penderita sleep apnea dilaporkan memiliki kadar testosteron yang rendah dan mengeluarkan jumlah hormon testosteron yang tidak normal pada malam hari.

4. Menurunkan daya ingat

Tidur adalah saatnya memasukkan hal-hal yang telah dipelajari dan kita alami ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Pada saat tidur, koneksi saraf yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan. Jika siklus tidur terganggu, otomatis konsolidasi ingatan pun akan mengalami gangguan.

Kurang tidur juga akan mengakibatkan seseorang cenderung mengantuk yang merupakan salah satu faktor penyebab seseorang mudah lupa. Mengantuk juga berperan penting bagi hilangnya kemampuan fokus dan konsentrasi. Jika hal ini terus berlanjut, maka jangan kaget jika ingatan Anda melemah.

5. Mempercepat penuaan dini

Apa yang akan Anda lihat pada wajah orang-orang yang kurang tidur? Kulit pucat dan mata bengkak, bukan? Jika kurang tidur terjadi terus-menerus, maka kulit akan menjadi kusam, timbul garis-garis halus, dan terdapat lingkaran hitam di bawah mata.

Hal ini terkait meningkatnya produksi hormon kortisol pada seseorang yang kurang tidur. Hormon kortisol yang berlebihan dapat menghancurkan protein yang bertugas menghaluskan kulit dan membuatnya elastis atau biasa disebut kolagen kulit. Kondisi kurang tidur juga berdampak kepada kurangnya produksi hormon pertumbuhan. Hormon ini khususnya membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

Selain terkait kesehatan tubuh di atas, kurang tidur juga turut bertanggung jawab kepada banyaknya angka kecelakaan lalu lintas. (*)

Komentar

Komentar