Home Breaking News Panen Raya Petani Yogyakarta Hingga Maret 2018

Panen Raya Petani Yogyakarta Hingga Maret 2018

82
Panen Raya para Petani Yogyakarta

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dipastikan stok Beras di Yograkarta aman terkendali karena panen raya padi para petani setempat berlangsung sejak akhir tahun 2017 hingga Maret 2018. Untuk januari 2018 ini sekitar 30.000 hektare Padi dipanen memperkuat buffer stoknya maupun konsumsinya.

‘Musim panen Januari ini padi dari sekitar 30.000 hektare’, ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono di Kabupaten Sleman, Yogyakarta usai panen di Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan didampingi Bupati Sri Purnomo dan Staf Ahli Mentan, Ani Andayani, tertulis dari Kabag Humas, Kementan RI, Marohot H Panggabean di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

‘Saya sudah enam hari melakukan panen padi, dan hari ini yang kedua setelah di Kabupaten Gunung Kidul, dan besok di Kabupaten Kulonprogo sehingga dapat dipastikan tiada hari tanpa panen padi di seluruh Yogyakarta hingga panen raya pada Maret mendatang’, ujar Momon mengurai.

Dia menambahkan, total luas panen Januari 2018 di Yogyakarta mencapai 30.000 hektar, dan 5.000 hektar di antaranya berada di Sleman. Kegiatan panen bersama petani, dihadiri oleh para pejabat terkait membuktikan bahwa safari panen oleh jajaran Kementan untuk memastikan kondisi lapangan.

‘Mengabarkan kepada masyarakat bahwa meski di masa paceklik pada November sampai Januari 2018 seperti saat ini di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Yogyakarta tetap ada panen dan stok beras cukup’, jelasnya meyakin masyarakat.

Pernyataan Momon dibenarkan oleh petani setempat yang juga Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tanirejo, Lipur.

‘Saya mengharapkan pemerintah tidak mengimpor beras, karena kebijakan tersebut akan merugikan para petani di Yogyakarta dan seluruh Indonesia’, ujar Lipur.

Produktivitas padi lokal yang dipanen di Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan adalah 7,4 ton gabah kering panen (GKP) atau 6,3 ton gabah kering giling (GKG) per hektar. Luas lahan siap panen Januari 2018 sekitar 100 hektar dari total lahan 300 hektar di Desa Madurejo.

Momon menambahkan bahwa panen hari ini menunjukkan kepada kita bahwa produksi padi di Yogyakarta tergolong aman. ‘Besok pagi kami akan melanjutkan kegiatan panen di Kabupaten Kulonprogo, sehingga impor beras tidak perlu karena panen padi masih berlangsung di provinsi-provinsi lain termasuk Yogyakarta’, jelasnya.

Terjaganya produksi padi di Kabupaten Sleman dan Provinsi Yogyakarta karena sinergi pemerintah pusat dan daerah menjamin dan meningkatkan produksi padi. Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

‘Pendampingan dan terjun kelapangan pun dilakukan secara masif untuk memantau perkembangan tanaman padi. Kementan bersama pemerintah daerah terus memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha peningkatan produksi dan peroduktifitas padi. Jadi proses produksi berjalan lancar’, pungkasnya.

Tampak hadir Dandim 0732 Sleman Letkol (Arm) Joko Sudjarwo; Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Maman Suherman; Kepala Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Ali Rachman; Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pusdiktan, Teddy Rachmat Mulyadi. (dewi)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar