Home Breaking News 3 Penyakit Berdampak Pada Perokok Ketiga

3 Penyakit Berdampak Pada Perokok Ketiga

312
Perokok Ketiga Tak Kalah Berbahaya dari Perokok Pasif. Foto: Hello Sehat

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Waspada, meskipun Anda memilih untuk merokok di luar rumah atau mungkin merokok selagi tidak ada anak-anak, Anda masih berkemungkinan mentransferkan racun rokok ke mereka!

Penelitian terbaru telah mendemonstrasikan bahwa kontaminasi asap tembakau tetap menempel walaupun api rokok telah dimatikan. Dari hasil temuan ini, para peneliti menamakannya “third hand smoke” atau dikenal dengan Perokok ketiga.

Berikut 3 dampak penyakit terhadap perokok ketiga terhadap kesehatan (berdasarkan keterangan Hello Sehat):

1. Risiko penyakit kanker

Seperti paparan zat karsinogen pada umumnya, perokok pihak ketiga juga berisiko terkena kanker apabila berada di lingkungan yang terdapat zat sisa asap rokok dalam waktu yang lama.

Penelitian oleh ahli biokimia bernama Hang pada tahun 2013 menunjukkan dampak paparan third hand smokers yang tertinggal di lingkungan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel hingga DNA. Rusaknya rantai DNA dalam sel akibat paparan zat dari sisa asap rokok dapat menyebabkan sel bermutasi menjadi sel kanker.

2. Kerusakan organ dalam tubuh

Tidak hanya kerusakan sel yang berakibat terhadap tumbuhnya sel kanker, sisa zat rokok juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem kardiovaskuler dan organ liver. Penelitian oleh Martins-Green pada tahun 2014 menunjukkan bahwa dampak paparan third hand smoker di antaranya:

– Terjadi peningkatan sel lemak tubuh dan kerusakan pada liver akibat peningkatan kadar lemak
– Paparan zat sisa rokok memicu inflamasi paru yang dapat berakibat pada penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) dan asma
– Paparan zat sisa rokok akan menghambat penyembuhan luka pada permukaan kulit

3. Risiko diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan kondisi apabila terjadi resistensi insulin sehingga menghambat penggunaan glukosa dalam tubuh. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh tekanan oksidatif.

Menurut Martins-Green, berdasarkan hasil penelitiannya, paparan zat dari sisa asap rokok dapat menyebabkan peningkatan tekanan oksidatif sehingga dapat memicu dan memperburuk resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2.

Zat sisa rokok akan bertahan dalam waktu yang lama hingga puluhan tahun, dan jumlah kadar racun yang tersimpan akan terus bertambah. Hal inilah yang menyebabkan siapa saja yang berada di lingkungan tersebut dapat mengalami dampak dari paparan tersebut, terutama anak-anak dan lansia.

Anak dari perokok akan sangat berisiko terkena paparan asap rokok dan lingkungan yang dengan kontaminasi asap rokok. Hal ini dikarenakan zat sisa asap rokok akan terus ada di lingkungan rumah, pakaian, dan kendaraan dengan kadar kontaminasi yang signifikan.

Khususnya pada anak bayi yang memiliki kebiasaan memasukan tangan ke dalam mulut setelah menyentuh suatu permukaan. Sedangkan lansia memiliki risiko yang lebih karena kerentanan terhadap penyakit terus meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Cara menghilangkan zat sisa asap rokok yang melekat pada permukaan benda-benda dan ruangan di dalam rumah, diperlukan pembersihan seluruh sudut rumah, barang-barang, dan furnitur, hingga mengecat ulang dinding rumah untuk meminimalisir kadar racun yang melekat di dinding. Namun upaya pencegahan akan lebih mudah dan sederhana dengan tidak merokok, atau berhenti merokok di dalam rumah. (pemi)

Komentar

Komentar