Home Breaking News Duet Kementan- KPK Awasi Korupsi Sektor Kelapa Sawit

Duet Kementan- KPK Awasi Korupsi Sektor Kelapa Sawit

234
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Idia dia maksud duet Kementerian Pertanian (Kementan) duet dengan KPK mencegah korupsi sektor pertanian hingga Kelapa Sawit. Komitmen itu menyusul langkah Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman‎ dan jajaran bertandang ke Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, menemui pimpinan lembaga anti rasuah, Senin (13/3/2017).

“Langkah Mentan itu bagus. Sebelumnya kan Menhub juga sudah datangi KPK untuk menyelaraskan programnya dengan langkah KPK memberantas korupsi. Ya baguslah suoaya negeri ini bersih dari korupsi,” ujar Adi Firmanto, pemerhati masalah korupsi di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Di sektor pertanian, masalah korupsi juga kata dia sangat rentan, apakah itu pada pengadaan barang dan jasa, pengadaan bibit, importasi komoditas pangan dan lain sebagainya.

“Kementan ini kan salah satu kementerian yang punya APBN gemuk. Dia gak jauh beda dari Kemen PUPR, Kemenkeu, Kemenhan. Jadi wajar saja Pak Amran datang ke KPK sowan atau meminta advis kepada pimpinan KPK untuk turut serta mengontrol pengelolaan dana APBN- nya. Bagus menurut saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Senin kemarin sekiar pukul 10.00 pagi, Amran datang ke gedung KPK dan bertemu Ketua KPK para pimpinan KPK itu.

Amran tampak happy pada pertemuan itu. Menggunakan batik lengan panjang berwarna biru. Kabarnya Amran dan jajaran datang memenuhi undangan Pimpinan KPK, mengkaji Sistem Pengelolaan Kelapa Sawit.

Mentan didampingi Sekretaris Jenderal Kementan, dan Pejabat Eselon I lingkup Kementerian Pertanian berdiskusi langsung terkait pengkajian Kelapa sawit dan plasma inti yang dimiliki oleh masyarakat pada areal hutan produksi.

Pertemuan dihadiri Ketua KPK Agus Raharjo didampingi Pimpinan KPK lainnya Laode Muhammad Syarif (Wakil Ketua KPK) serta tim Dari Litbang (Penelitian dan pengembangan kedeputian pencegahan) .

“Tadi tidak ada hubungannya dengan Korupsi, KPK memberikan rekomendasi tentang pajak dan juga plasma inti, replanting dan komposisi antara plasma inti, untuk pajak kita akan ketahui apakah semuanya akan patuh pada pajak,” ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung KPK, Senin (13/3/2017).

Mentan menyampaikan bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi terkait tata kelola kelapa sawit, yang pertama adalah terkait krisis ekonomi yang dialami masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Tengah.

Misalnya, menurunnya usaha tambang dan masyarakat di sana belum siap menghadapi permasalahan tersebut sehingga Kementerian Pertanian akan mulai menggarap lahan pertanian tersebut.

“Solusi kedepan untuk masalah ini adalah pemerintah akan meminta kepada para pengusaha sawit untuk memberikan 20 persen untuk para petani khususnya yang ada di Provinsi Kalimantan,” Jelas Mentan

Permasalahan yang kedua adalah terdapat 2,7 juta hektar hutan produksi, dimana diantaranya sebesar 1,7 juta hektar untuk plasma intinya dan selebihnya untuk perusahaan.

“Permasalahan sawit dan plasmainti diareal hutan produksi harus kita luruskan karena luas ini cukup signifikan yaitu 2,7 juta hektar dan sangat besar sehingga masih akan kita bahas lagi,” jelas Mentan.

Seperti diketahi sebelumnya bahwa Kementerian Pertanian ini menjadi bulan- bulanan media menyusul kasus importasi Daging Sapi oleh PT Indoguna, melibatkan Achmad Fatonah, Luhtfi Hasan Iskhaq, Presiden PKS dan bahkan Mentan Suswono kala itu sempat diperiksa beberapa kali di KPK. Namun dia tidak terlibat.

“Kasus itulah barang kali yang menjadi perhatian Amran sehingga beliau datang ke KPK untuk menjaga lembaganya,” imbuh Firmanto. (ling/ning)

Komentar

Komentar